Friday, October 7, 2016

STEP BY STEP MENDAPATKAN CoGS

NursingPost | Sugeng Riyadi*** | Beberapa tahun lalu, rekan-rekan perawat Indonesia yang baru bergabung di Qatar sempat kesulitan mendapatkan CoGS. Ada beberapa factor penyebab yang menghambat, namun Alhamdulillah, akhirnya CoGS itu bisa didapatkan juga.

Trus, CoGS itu apa sih?

CoGS kependekan dari Certificate of Good Standing. Dokumen ini menjadi salah syarat dalam pengurusan healthcare practitioner license di Qatar. Dan diterapkan juga di negara-negara kawasan Timur Tengah seperti Saudi Arabia dan Uni Emirat Arab.

"A CoGS is the document used by one registration authority to indicate to another that healthcare practitioners are legally registered and permitted to practice without restriction.

The intention of the CGS is to show that there is no legal impediment to registration and that a healthcare practitioner can reasonably be regarded as safe to practice, within the context of the licensing laws in the country of the issuing authority.

CoGS are not usually difficult to get. Most registration authorities have well established processes to apply for CoGS. (Qatar Council for Healthcare Practitioners)."

Konsil Tenaga Kesehatan Qatar (QCHP) mendefinisikan CoGS sebagai sebuah dokumen yang digunakan otoritas registrasi ke pihak lain bahwa praktisi tenaga kesehatan tersebut terdaftar secara hukum dan diijinkan untuk melakukan praktik tanpa pembatasan.

CoGS dimaksudkan untuk menunjukkan bahwa tidak ada halangan hukum dalam urusan registrasi dan menyatakan bahwa tenaga kesehatan yang bersangkutan dinyatakan aman untuk melakukan praktik dalam konteks hukum di negara yang mengeluarkannya.

QCHP juga menyatakan bahwa biasanya CoGS adalah dokumen yang tidak susah untuk mendapatkannya. Kebanyakan otoritas registrasi sudah mapan dalam memproses dokumen COGS.

Baru-baru ini PPNI DPLN Qatar mempunyai seorang anggota yang sedang dalam proses pengurusan Nursing License di Qatar. Ada beberapa persyaratan yang harus dilengkapi. Diantaranya proses verifikasi dataflow, prometric test dan mengirimkan CoGS sebagai kelengkapan pengurusan nursing license.

Untuk mendapatkan dokumen ini, seorang perawat harus mengajukan Surat Permohonan ke Badan Pengembangan dan Pemberdayaan Sumber Daya Manusia Kesehatan (BPPSDMK) Kementerian Kesehatan Republik Indonesia.

Namun, ada dua proses yang harus dijalani. Yang pertama mengajukan Surat Rekomendasi Pengurusan CoGS dari Dewan Pimpinan Pusat Persatuan Perawat Nasional Indonesia (DPP PPNI). Kemudian yang kedua adalah mengurus CoGS ke BPPSDM dengan melampirkan Surat Rekomendasi dari DPP PPNI.

Berikut ini langkah-langkah mendapatkan Surat Rekomendasi Pengurusan CoGS di PPNI:

1. Sudah terdaftar sebagai anggota PPNI yang dibuktikan telah memiliki NIRA (Nomor Induk Registrasi Anggota) PPNI.

2.  Mengisi formulir Permohonan Surat Rekomendasi CoGS dari PPNI, ditujukan ke DPP PPNI dan tembusan ke DPW/DPLN PPNI.

3. Melampirkan dokumen-dokumen yang meliputi: Curriculum Vitae (CV) terbaru, Pas foto berwarna ukuran 4 X 6 cm, Copy ijazah pendidikan keperawatan berikut transkrip nilai, Surat-surat pengalaman kerja dan sertifikat-sertifikat pelatihan seperti tercantum dalam CV.

4. Membayar biaya pengurusan Surat Rekomendasi untuk PPNI sebesar 250.000 Rupiah ke Rekening DPP PPNI.

5. Dokumen-dokumen tersebut bisa dikirimkan langsung ke DPD/DPW/DPLN untuk dilakukan verifikasi, kemudian pihak DPD/DPW/DPLN akan memberikan Surat Rekomendasi kepada DPP PPNI. Dokumen bisa juga dikirimkan ke alamat email. Sebagai contoh, jika anda di Qatar, maka dokumen-dokumen tersebut ditujukan ke email ppniqatar@gmail.com dan CC ke email DPP PPNI dppppni@gmail.com.

6. Setelah DPP PPNI menerima Surat Rekomendasi dari DPW/DPLN, maka DPP PPNI akan mengeluarkan Surat Rekomendasi Pengurusan CoGS di BPPSDMK.

Proses mendapatkan Surat Rekomendasi Pengurusan CoGS di PPNI berlangsung cepat. Yang terpenting adalah dilakukan follow up secara intensif.

Tahapan selanjutnya adalah pengurusan ke BPPSDM. Berikut ini dokumen-dokumen yang harus dilengkapi untuk dikirim secara langsung ke kantor BPPSDMK atau email:

1. Surat Rekomendasi Pengurusan CoGS dari DPP PPNI.

2. Melampirkan dokumen-dokumen diantaranya: STR yang masih berlaku, Ijazah dan transkrip, pas foto berwarna 4 x 6 cm (latar belakang merah atau biru).

3. Proses pengurusan CoGS di BPPSDM itu GRATIS alias tidak dipungut biaya apapun.

4. Dokumen-dokumen diatas bisa dikirim langsung ke kantor BPPSDMK Kemenkes RI di Jakarta Selatan, DKI Jakarta atau bisa dikirimkan ke email tkkibidang3@gmail.com.

5. Proses pengurusan sekitar 1 minggu.

6. Pengambilan dokumen CoGS dilakukan oleh yang bersangkutan atau bisa menghubungi BPPSDMK utk bisa dikirimkan ke alamat instansi luar negri tempat yang bersangkutan bekerja (dengan risiko menanggung biaya pengiriman dokumen).

Demikian yang bisa saya sharing tentang cara mengurus CoGS di BPPSDMK. Semoga bermanfaat bagi rekan-rekan perawat yang saat ini sedang atau akan berkarir di Timur Tengah. Semoga sukses untuk semua.

Qatar, 7 Oktober 2016

***Sekretaris PPNI DPLN Qatar periode 2012-2017).
Email: riyadi.sugeng@gmail.com
Website: www.jelajahqatar.com
FP: www.facebook.com/NursingPost

Thursday, September 15, 2016

Take it now or regret later...

Betapa bahagianya ketika melihat adik-adik junior nurses yang baru bekerja di Saudi Arabia beberapa bulan lalu, kini sudah bisa berumrah dan bahkan berhaji.

Sebuah kenikmatan yang luar biasa, menurut saya. Betapa tidak, untuk bisa berumrah dari Indonesia, kita harus merogoh kocek paling tidak 25 jeti. Uang banyak kan?

Apalagi kalo mau berhaji, daftarnya 25 jutaan, antrian keberangkatan lebih dari 15 tahun, dan biaya total haji hingga 35 jutaan.

Betapa senangnya ketika menyimak adik-adik junior yang baru lulus, kini sudah bisa menikmati bekerja di luar negeri. Berbaur dengan rekan-rekan seprofesi dari negara lain. Belajar bahasa inggris dan arab tanpa harus membayar biaya kursus. Tanpa harus mencari native speaker.

Pokoknya everyday is learning day. Speaking, speaking and speaking. Disadari atau tidak disadari, akhirnya kemampuan berbahasa inggris dan arab kian terasah.

Berumrah dan berhaji adalah dua kenikmatan yang tak ternilai harganya ketika nurses bekerja di Saudi. Saya yakin masih banyak yang lainnya. Maklum lah, saya sendiri belum pernah kerja disana. Tapi dengan membaca status-status mereka di dunia maya, turut membuat saya bangga. Bangga sebagai sejawat di profesi keperawatan ini. Bangga sebagai sesama perantau di luar negeri.

Dear Hamid Abdul, Akbar Apriansyah, Ahmad Irfankhan Hamim Sutopo, Muhammad Irfan Adriansyah, Achir Fahruddin, salam hormat dari Qatar. Semoga kalian menikmati perjuangan bekerja sebagai perawat di negeri orang. Di pundak kalian, nama baik bangsa dan profesi.

Qatar, 15 September 2016
Sugeng Riyadi (@sugengbralink)

Foto by Hamid (Perawat Indonesia yg bekerja di Madinah 2016)

Monday, September 12, 2016

Menembus Belantara Borneo - Part 2

Lokasi Pemantang Camp terletak di Hutan Kalimantan Tengah. Dimana disitu sedang dilakukan eksplorasi batubara oleh perusahaan Australia, BHP Billiton. 

Selepas dipertemukan dengan Geologist on duty dan Camp Boss, saya diperkenalkan dengan Nurse (Medic on duty) yang sudah berada dilokasi sebelumnya. Banyak hal saya dapatkan dari dia tentang bagaimana sistem kerja di eksplorasi batubara. 

Malam menjelang, suasana begitu sunyi. Kanan kiri hutan. Gelap gulita. Hanya terang lampu camp yang berasal dari generator bermesin diesel. Badan saya pun terasa begitu lelah setelah seharian dari Balikpapan hingga Pemantang Camp. Akhirnya saya pun beristirahat lebih awal, menyiapkan fisik untuk bekerja hari pertama esok hari.

Hari pertama di eksplorasi masih sangat asing. Maklumlah belum pernah bekerja di hutan sebelumnya. Para pekerja eksplorasi sudah mulai sibuk dengan aktifitas paginya. 

Jam 6 pagi, semua pekerja eksplorasi berkumpul di lapangan. Geologist menyampaikan program kerja hari itu. Kemudian Safety Officer memimpin safety meeting. Memberikan arahan tentang pentingnya bekerja dengan aman agar terhindar dari kecelakaan akibat kerja.

Menjawab Seribu Tanya

Pengalaman hidup manusia punya keunikan masing-masing. Antara satu dan lain punya irama berbeda-beda.

Merantau ke luar negeri mungkin jadi jalan hidupku. Sebuah impian yang lama tertanam. Menjelajah ke negeri orang. Mengenal banyak ragam bahasa dan budaya. Mengenal banyak ragam tingkah laku anak manusia.

Pengalaman demi pengalaman terus menambah khasanah kehidupanku.

Profesiku perawat. Profesi yang mungkin tak begitu prestige di mata banyak orang. Tapi bagiku, profesi perawat adalah profesi mulia. Dengan profesi ini aku bisa membantu banyak orang.

Tak hanya di tempat kerja dengan segala permasalahan pasien, aku juga bisa berbagi pengalaman hidup dengan banyak orang melalui dunia tulis menulis.

Bermacam kisah yang kutuliskan lewat dunia maya, Alhamdulillah mendapat respon istimewa. Banyak apresiasi yang aku terima. Walau sekedar ucapan terima kasih atas tulisan yang kupublikasikan.

Dengan publikasi itu pula, beragam tanya hadir. Ditengah kesibukan kerja, Aku sempatkan menjawab satu demi satu pertanyaan yang hadir. Membantu menjawabnya.

Dengan bermodalkan pengalaman sendiri, informasi kawan maupun informasi tambahan hasil berselancar di dunia maya. Meski tak sempurna, Aku yakin ini menjadi hal yang bermanfaat.

Bagi yang penasaran dengan tulisan-tulisanku, silahkan tengok di jelajahqatar.com. Blog ini kubangun sejak akhir 2011 lalu. Blog yang sangat sederhana.

Dukhan, 10 Dzulhijjah 1437H/12 September 2016
@sugengbralink

Thursday, July 28, 2016

MENEMBUS BELANTARA BORNEO - PART 1

Kalimantan dikenal dunia luas dengan sebutan Borneo. Didalam pulau ini terdapat 3 negara yaitu Indonesia, Malaysia dan Brunei Darussalam. Borneo kaya akan sumber daya alam, diantaranya batubara, emas, minyak bumi, gas alam, hutan lindung dan keanekaragaman hayati lainnya. 

Di pertengahan tahun 2006, Saya mendapatkan kesempatan menunaikan tugas perusahaan menjelajah belantara Borneo. Sebuah perjalanan hidup yang boleh dibilang susah namun menyenangkan. 

Setelah hampir 4 tahun bekerja di sektor produksi pertambangan batubara terbesar di Indonesia, yaitu PT. KPC, akhirnya saya ditugaskan di kawasan eksplorasi batubara. Inilah kesempatan saya mengenal lebih dekat dengan kawasan hutan. Tak terbayangkan sebelumnya jika seorang perawat yang biasanya bekerja di klinik dan rumah sakit, kala itu harus masuk keluar hutan. 

Jadwal penugasan yang tadinya 9 minggu kerja on duty dan 3 minggu off duty, kini berganti menjadi 6 minggu on duty dan 3 minggu off duty. 

Wednesday, December 23, 2015

Langkah Awal Menjadi Perawat di Sektor Industri

Dukhan | Semasa sekolah perawat dulu, puskesmas, klinik swasta dan rumah sakit menjadi tujuan utama melamar kerja. Tak pernah terbayangkan peluang kerja perawat di luar sektor tersebut. Maklum lah jaman informasi tak secepat sekarang. Kita hanya bisa berharap informasi dari koran atau kawan. 

Akhir tahun 2002, ketika itu saya baru menyelesaikan sebuah pelatihan yang diselenggarakan oleh Dinas Kesehatan Provinsi Jawa Tengah. Namanya keren, Pelatihan Sertifikasi Perawat ke Luar Negeri. Namun di akhir pelatihan, tak ada satupun dari kami yang bisa berangkat ke luar negeri karena tak ada satupun seleksi yang diadakan. 

Di masa itulah menjadi awal bagi saya dan sebagian kawan lainnya mengenal peluang kerja perawat di sektor industri, khususnya industri pertambangan. 

Ada sekitar 200 an perawat yang mengikuti seleksi waktu itu. Sembilan perawat terpilih. Kesembilannya berasal dari pelatihan yang sama.

Wednesday, October 14, 2015

Yuk Ikutan Hafidz On The Street!

@Nursing_Post | Keseharian kita dipenuhi dengan aneka macam kegiatan, baik di dalam maupun di luar rumah. Dari urusan pribadi, keluarga, tetangga, pekerjaan dan tetek bengek lainnya. Urusan yang seolah tak ada habisnya. Pagi hingga malam, 24 jam sehari, 7 sehari seminggu, tau-tau usia kian tua.

Sebagai umat manusia, kita mempunyai kewajiban untuk beribadah kepada Sang Maha Pencipta Ilahi Rabbi. Salah satunya adalah mempelajari ayat-ayatNya, baik ayat qauliyah maupun kauniyah. Mempelajari ayat-ayat qauliyah berupa ayat-ayat Alquranul kareem adalah sebuah upaya mewujudkan kecintaan kita kepada Allah Azza Wajala.


Kita tak pernah tahu  kapan Malaikat Maut datang menjemput. Semua merupakan rahasia ilahi. Namun ketika ajal sudah datang, tak satupun dari kita yang mampu mencegahnya. Kita harus siap kapan saja, dimana saja dalam kondisi apa saja.  


Kesibukan aneka rupa yang tak ada habisnya itu, mari kita luangkan waktu untuk mentadabburi ayat-ayat Qur'an dengan cara menghafal sambil mengerti terjemahannya. Disamping menjadi wahana menambah keilmuan, semoga hafalan alquran ini menjadi pemberat timbangan amal kebaikan di yaumil hisab kelak.
Video berikut berisi uraian Ustad Bobby Herwibowo, Lc. dalam metode Menghafal Alqur'an Semudah Tersenyum.






Bagi anda yang berminat mengikuti program Ustad Bobby Herwibowo yang diberi nama HAFIDZ ON THE STREET (HOTS), ikuti langkah berikut ini.